Indonesia sebagai Tamu Kehormatan Pameran Buku Internasional Tunis 2026: Program Budaya Terpadu yang Mencerminkan Kekayaan Nusantara

<img src=http://www.babnet.net/images/3b/69cd6b0e0f0158.54409899_pfhmjkngqleoi.jpg>


Indonesia tampil secara istimewa sebagai tamu kehormatan dalam edisi ke-40 Pameran Buku Internasional Tunis 2026, melalui program budaya yang kaya dan beragam yang berlangsung dari 24 April hingga 3 Mei 2026. Program ini memadukan seni tradisional, dialog intelektual, serta kegiatan yang ditujukan bagi berbagai kelompok usia, dalam rangka memperkuat jembatan komunikasi budaya antara Tunisia dan Indonesia.

Program tersebut mencakup rangkaian kegiatan harian yang menampilkan kedalaman dan keberagaman warisan budaya Indonesia. Kegiatan dibuka pada Jumat, 24 April, dengan pertunjukan tari tradisional “Tari Nirmala”, diikuti dengan diskusi bertajuk “Indonesia, Rahmat dari Tuhan” dengan partisipasi Mohamed Matri Smida dan Najm Eddine Akkari. Selain itu, akan digelar sesi dialog berjudul “Dari Jakarta ke Kartago” sebagai penghormatan kepada almarhum duta besar Rachid Idriss.


Pada Sabtu, 25 April, program berlanjut dengan pertunjukan “Tari Piring”, disusul seminar mengenai “Diplomasi Indonesia di Tunisia” dengan partisipasi Zouhairi Mesraoui dan Faisal Goubaa. Sementara itu, Minggu, 26 April, akan menampilkan “Tari Medley” serta diskusi tentang “Lima Prinsip Republik Indonesia” yang dipandu oleh Zouhairi Mesraoui dan Fadhel Tiyachi.




Senin, 27 April, dikhususkan untuk pertunjukan “Tari Dayak” serta pertemuan bertema “Catatan Jurnalistik di Indonesia” dengan partisipasi Wafa Trabelsi. Adapun program Selasa, 28 April, mencakup pertunjukan “Tari Mojang Priangan” serta diskusi mengenai “Islam di Indonesia: dari pinggiran ke pusat” bersama Moncef Abdeljelil dan Fletchia Fanisha Suteja, diikuti peluncuran buku “Warna Warni” oleh Safia Gom.

Kegiatan berlanjut pada Rabu, 29 April, dengan pertunjukan “Tari Piring” serta sejumlah tarian tradisional Indonesia lainnya. Program Kamis, 30 April, mencakup pertunjukan “Tari Zapin Mutiara”, diikuti diskusi intelektual mengenai “Islam dalam konteks kekhasan Indonesia dan kemanusiaan” dengan partisipasi Zouhairi Mesraoui dan Zouhair Dhouadi.

Pada Jumat, 1 Mei, akan dipentaskan “Tari Gel Dinok”, diikuti diskusi bertajuk “Jakarta, Jantung Indonesia” bersama Mohamed Matri Smida dan Mehdi Moulhi. Program berlanjut pada Sabtu, 2 Mei, dengan pertunjukan “Tari Mojang Priangan” serta diskusi tentang “Pemikiran Soekarno mengenai Islam, nasionalisme, kemanusiaan, dan keadilan sosial” bersama Mohamed Haddad.

Program ditutup pada Minggu, 3 Mei, dengan pertunjukan “Tari Dayak”, diikuti presentasi “Al-Qur’an, Kitab Toleransi” oleh Duta Besar Zouhairi Mesraoui. Acara penutupan juga mencakup pertunjukan tarian tradisional Indonesia serta pembacaan cerita rakyat Indonesia di sudut anak-anak.

Program yang kaya ini mencerminkan berbagai aspek budaya Indonesia, mulai dari seni dan tarian tradisional hingga diskusi intelektual dan keagamaan, yang memperkuat dialog budaya serta menegaskan peran Pameran Buku Internasional Tunis sebagai platform pertemuan antarbangsa dan keterbukaan terhadap berbagai pengalaman kemanusiaan.

   تابعونا على ڤوڤل للأخبار تابعونا على ڤوڤل للأخبار

Comments

0 de 0 commentaires pour l'article 328069

babnet